Kamis, 07 Mei 2015

KESENIAN DAN KEBUDAYAAN SULAWESI SELATAN
1.Upacara Rambu Solo
Upacara Adat Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja (upacara penyempurnaan kematian) untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan yang disebut Puya, di bagian selatan tempat tinggal manusia. Puncak acara ini disebut Upacara Rante serta acara lain seperti Adu Kerbau, Adu Kaki dan-lain-lain.

Kemeriahan upacara Rambu Solo ditentukan oleh status sosial keluarga yang meninggal, diukur dari jumlah hewan yang dikorbankan. Semakin banyak kerbau disembelih, semakin tinggi status sosialnya. Biasanya, untuk keluarga bangsawan, jumlah kerbau yang disembelih berkisar antara 24-100 ekor, sedangkan warga golongan menengah berkisar 8 ekor kerbau ditambah 50 ekor babi.
2.Tari Pakarena
Tari Pakarena adalah tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang diiringi oleh 2 (dua) kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik). Selain tari pakarena yang selama ini dimainkan oleh maestro tari pakarena Maccoppong Daeng Rannu (alm) di kabupaten Gowa, juga ada jenis tari pakarena lain yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu “Tari Pakarena Gantarang”. Disebut sebagai Tari Pakarena Gantarang karena tarian ini berasal dari sebuah perkampungan yang merupakan pusat kerajaan di Pulau Selayar pada masa lalu yaitu Gantarang Lalang Bata. Tarian yang dimainkan oleh kurang lebih empat orang penari perempuan ini pertama kali ditampilkan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1903 saat Pangali Patta Raja dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata.
Tidak ada data yang menyebutkan sejak kapan tarian ini ada dan siapa yang menciptakan Tari Pakarena Gantarang ini namun masyarakat meyakini bahwa Tari Pakarena Gantarang berkaitan dengan kemunculan Tumanurung. Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi. Petunjuk yang diberikan tersebut berupa symbol – simbol berupa gerakan kemudian di kenal sebagai Tari Pakarena Gantarang. Hal ini hampir senada dengan apa yang dituturkan oleh salah seorang pemain Tari Pakarena Makassar Munasih Nadjamuddin. Wanita yang sering disama Mama Muna ini mengatakan bahwa Tari Pakarena berawal dari kisah perpisahan penghuni botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) zaman dahulu. Sebelum berpisah, botting langi mengajarkan kepada penghuni lino mengenai tata cara hidup, bercocok tanam hingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan, badan dan kaki. Gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual ketika penduduk di bumi menyampaikan rasa syukur pada penghuni langit.
Tak mengherankan jika gerakan dari tarian ini sangat artistik dan sarat makna, halus bahkan sangat sulit dibedakan satu dengan yang lainnya. Tarian ini terbagi dalam 12 bagian. Setiap gerakan memiliki makna khusus. Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir Tarian Pakarena. Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam, menunjukkan siklus kehidupan manusia. Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya cermin irama kehidupan. Aturan mainnya, seorang penari Pakarena tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar. Demikian pula dengan gerakan kaki, tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Hal ini berlaku sepanjang tarian berlangsung yang memakan waktu sekitar dua jam. Tari Pakarena Gantarang diiringi alat music berupa gendang, kannong-kannong, gong, kancing dan pui-pui. Sedangkan kostum dari penarinya adalah, baju pahang (tenunan tangan), lipa’ sa’be (sarung sutra khas Sulawesi Selatan), dan perhiasan-perhiasan khas Kabupaten Selayar. Tahun 2007, Tari Pakarena Gantarang mewakili Sulawesi Selatan dan Indonesia pada Acara Jembatan Budaya 2007 Indonesia–Malaysia di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC).
3.Balla Lompoa
Museum Balla Lompoa merupakan rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31, I Mangngi-mangngi Daeng  Matutu, pada tahun 1936. Dalam bahasa Makassar, Balla Lompoaberarti rumah besar atau rumah kebesaran. Arsitektur bangunan museum ini berbentuk rumah khas orang Bugis, yaitu rumah panggung, dengan sebuah tangga setinggi lebih dari dua meter untuk masuk ke ruang teras.
Museum ini berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi benda-benda Kerajaan Gowa. Benda-benda bersejarah tersebut dipajang berdasarkan fungsi umum setiap ruangan pada bangunan museum. Di bagian depan ruang utama  bangunan, sebuah peta Indonesia  terpajang di sisi kanan dinding. Di ruang utama dipajang silsilah keluarga  Kerajaan Gowa  mulai dari Raja Gowa I, Tomanurunga pada abad ke-13, hingga Raja Gowa terakhir Sultan Moch Abdulkadir Aididdin A. Idjo Karaeng  Lalongan (1947-1957). Di ruangan utama ini, terdapat sebuah singgasana yang di letakkan pada area khusus di tengah-tengah ruangan. Beberapa alat perang, seperti tombak dan meriam kuno, serta sebuah payung lalong sipue (payung yang dipakai raja ketika pelantikan) juga terpajang di ruangan ini.Museum ini pernah direstorasi pada tahun 1978-1980. Hingga saat ini, pemerintah daerah setempat telah mengalokasikan dana sebesar 25 juta rupiah per  tahun untuk biaya pemeliharaan secara keseluruhan.
4.Mapasilaga Tedong
Mapasilaga Tedong atau adu kerbau. Kerbau yang diadu di sini bukanlah kerbau sembarangan. Biasanya, kerbau bule (Tedong Bunga) atau kerbau albino yang menjadi kerbau aduan. Kerbau yang termasuk kelompok kerbau lumpur (Bubalus bubalis) tersebut merupakan spesies kerbau yang hanya ditemukan di Tana Toraja. Selain itu, ada juga kerbau Salepo yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung dan Lontong Boke yang berpunggung hitam. Jenis kerbau terakhir ini adalah yang paling mahal dengan bandrol mencapai ratusan juta rupiah. Kerbau jantan yang sudah dikebiri juga bisa diikutsertakan dalam Mapasilaga Tedong ini.
5.Baju Bodo
Baju bodo adalah pakaian tradisional perempuan suku BugisMakassar, Sulawesi, Indonesia. Baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Baju bodo juga dikenali sebagai salah satu busana tertua di dunia.
Menurut adat Bugis, setiap warna baju bodo yang dipakai oleh perempuan Bugis menunjukkan usia ataupun martabat pemakainya.
Warna
Arti
Jingga
dipakai oleh anak perempuan berumur 10 tahun.
Jingga dan merah
dipakai oleh gadis berumur 10-14 tahun.
Merah
dipakai oleh perempuan berumur 17-25 tahun.
Putih
dipakai oleh para pembantu dan dukun.
Hijau
dipakai oleh perempuan bangsawan.
Ungu
dipakai oleh para janda.
Dulu, baju bodo bisa dipakai tanpa penutup payudara. Hal ini sudah sempat diperhatikan James Brooke (yang kemudian diangkat sultan Brunei menjadi raja Sarawak) tahun 1840 saat dia mengunjungi istana Bone : “Perempuan [Bugis] mengenakan pakaian sederhana… Sehelai sarung [menutupi pinggang] hingga kaki dan baju tipis longgar dari kain muslin (kasa), memperlihatkan payudara dan leluk-lekuk dada.”Rupanya cara memakai baju bodo ini masih berlaku pada tahun 1930-an.
6.Makanan Khas

Barongko merupakan makanan khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan, telur, santan, gula pasir, dan garam. Kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Dahulu, Barongko disajikan sebagai hidangan penutup bagi para raja Bugis. Selain itu juga sering disajikan saat acara adat seperti sunatan, pernikahan, syukuran dan lain sebagainya.
Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan “burasa”. Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran.
Sup Konro adalah masakan sup iga sapi yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif “kuat” akibat digunakannya ketumbar.

7.Accera Kalompoang
Accera Kalompoang merupakan upacara adat untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa. Inti dari upacara ini adalahallangiri kalompoang, yaitu pembersihan dan  penimbangan salokoa (mahkota) yang dibuat pada abad ke-14. Mahkota ini  pertama kali dipakai oleh Raja Gowa, I Tumanurunga, yang kemudian disimbolkan  dalam pelantikan Raja- Raja Gowa berikutnya.
Adapun benda-benda kerajaan yang dibersihkan di  antaranya: tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang  besi tua (lasippo), keris emas yang memakai permata (tatarapang), senjata  sakti sebagai atribut raja yang berkuasa (sudanga), gelang emas berkepala naga (ponto janga-jangaya), kalung kebesaran (kolara), anting-anting emas murni (bangkarak ta‘roe), dan kancing emas (kancing gaukang).  Selain benda-benda pusaka tersebut, juga ada beberapa benda impor yang tersimpan  di Museum Balla Lompoa turut dibersihkan, seperti: kalung dari Kerajaan Zulu,  Filipina, pada abad XVI; tiga tombak emas; parang panjang(berang manurung);  penning emas murni pemberian Kerajaan Inggris pada tahun 1814 M.; dan medali  emas pemberian Belanda.Upacara adat yang sakral ini pertama kali dilaksanakan  oleh Raja Gowa yang pertama kali memeluk Islam, yakni I Mangngarrangi Daeng  Mangrabbia Karaeng Lakiung Sultan Alauddin pada tanggal 9 Jumadil Awal 1051 H.  atau 20 September 1605. Meskipun Raja Gowa XIV itu telah memulainya, namun  upacara ini belum dijadikan sebagai tradisi. Raja Gowa XV, I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tumenanga Ri  Papambatuna, mentradisikan upacara ini pada setiap tanggal 10 Zulhijjah, yakni  setiap selesai shalat Idul Adha. Selanjutnya, Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng  Mattawang Karaeng Bontomanggape Sultan Hasanuddin Tumenanga ri Balla Pangkana yang  bergelar Ayam Jantan dari timur, memasukkan unsur-unsur Islam ke dalam upacara ini, yakni penyembelihan hewan kurban.

8.Fort Rotterdam
Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

kesimpulan
  Sulawesi Selatan memiliki sejarah yang cukup panjang. Selain memiliki sejarah yang cukup panjang, Sulawesi Selatan juga memiliki kesenian dan kebudayaan yang bermacam-macam. Bahkan kebudayaannya sudah terkenal ke berbagai Negara-negara lain di dunia.

 Saran
Dari sejarah serta kesenian dan kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan, bisa disimbolkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Namun, ada baiknya jika kekayaan tersebut bisa dilestarikan. 
terimakasih kepada : https://saepuldidit30.wordpress.com/2014/11/26/kesenian-dan-kebudayaan-sulawesi-selatan/



Kamis, 09 April 2015

Kesenian dan Kebudayaan Kalimantan Barat (Pontianak)
Kalimantan Barat memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang beraneka ragam, dan berikut beberapa kesenian dan kebudayaan yang berasal dari daerah tersebut Bahasa
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang secara umum dipakai oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu bahasa penghubung yaitu bahasa Melayu Pontianak, Melayu Sambas dan Bahasa Senganan menurut wilayah penyebarannya
1.Rumah Adat


 Kalimantan Barat memiliki rumah adat yang bernama rumah Betang. Bentuk dan besar rumah Betang berbeda-beda di berbagai tempat. Ada rumah Betang yang panjangnya mencapai 150 meter dan lebar hingga 30 meter. Umumnya rumah Betang di bangun dalam bentuk panggung dengan ketinggian tiga sampai lima meter dari tanah. Tingginya bangunan rumah Betang ini untuk menghindari datangnya banjir pada musim penghujan
2.Pakaian Adat
Pakaian adat untuk Kalimantan Barat bernama King Baba untuk laki-laki dan King Bibige untuk perempuan. Pakaian tersebut terbuat dari kulit kayu yang diproses hingga menjadi lunak seperti kain. Kulit kayu yang bisa difungsikan sebagai kain untuk membuat cawat, celana, baju, clan selimut itu disebut kapua atau ampuro.

3.Senjata Tradisional
Senjata tradisional asal Kalimantan Barat bernama Mandau. Mandau sejenis Pedang yang memiliki keunikan tersendiri, dengan ukiran dan kekhasannya. Hulunya terbuat dari tanduk rusa yang diukir, sementara besi bahan Ahpang (Mandau) terbuat dari besi yang ditambang sendiri dan terdiri dari dua jenis, yaitu Bahtuk Nyan yang terkenal keras dan tajam sehingga lalat hinggap pun bisa putus tapi mudah patah dan Umat Motihke yang terkenal lentur, beracun dan tidak berkarat.
Tari Tradisional

Kalimantan Barat memiliki beberapa tari tradisional seperti :
1.Tari Monong
Tari ini merupakan tari Penyembuhan dan tari ini berfungsi sebagai penolak atau penyembuh atau  penangkal penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi. tarian ini hadir disaat sang dukun sedang dalam keadaan trance atau tidak sadar.

2.Tari Kinyah Uut Danum
Kinyah Uut Danum, adalah tarian perangyang memperlihatkan kelincahan dankewaspadaan dalam menghadapi musuh



Alat Musik Tradisional
Kalimantan Barat memiliki banyak alat musik khas daerah tersebut, beberapa diantaranya :
1.Sapek
Sapek merupakan alat musik petik tradisional dari Kapuas hulu dikalangan masyarakat Dayak Kayaan Mendalam kabupaten Kapuas hulu.



2.Gong
Gong atau Agukng, Kollatung (Uut Danum) merupakan alat musik pukul yang terbuat dari kuningan, merupakan alat musik yang multifungsi baik sebagai mas kawin, sebagai dudukan simbol semangat dalam pernikahan. maupun sebagai bahan pembayaran dalam hukum adat.

Tradisi Robo-robo
Tradisi Robo-robo ini di adakan Rabu terakhir bulan Sapar (Hijriah) yang menyimbolkan keberkahan. Menurut cerita, ritus ini merupakan peringatan atau napak tilas kedatangan Pangeran Mas Surya Negara dari Kerajaan Matan (Martapura) ke Kerajaan Mempawah (Pontianak). Robo-robo itu sendiri dimaksudkan sebagai suatu peringatan serangkaian kejadian penting bermula Haulan pada hari Senin malam Selasa terakhir bulan Syafar guna mengenang hari wafatnya Opu Daeng Manambun

Kerajinan Tangan
Masyarakat Kalimantan Barat memiliki keahlian dalam menghasilkan sebuah kerajinan yang khas daerah tersebut, dan beberapa masyarakat Kalimantan bermata percaharian sebagai pembuat kerajinan tangan. Dan kerajinan tangan yang biasa di buat yaitu
Tikar lampit yang terbuat dari rotan


Kesimpulannya
Budaya Kalimantan memiliki aneka ragam dan cirri khas tertentu seperti rumah adat ,pakaian adat,senjata tradisional ,taria-tarian ,alat music ,bahkan tradisi serta kerajinan tangan yang berbeda dari kebudayaan daerah-daerah yang lain.

Sarannya
Karena kebudayaan kalimatan barat memiliki tertentu ,maka sangatlah bagus untuk memperkenalkannya kepada Negara-negara asing.agar Negara-negara asing mengetahui betapa hebatnya kebudayaan Indonesia.


Jumat, 27 Maret 2015

fungsi-fungsi dari tools ms.word

fungsi-fungsi dari tools ms.word


1. Office Button 
NOIconKeterangan
1Newdigunakan untuk membuat file dokumen kosong baru
2Opendigunakan untuk membuka file dokumen yang tersimpan
3Saveperintah untuk menyimpan file dokumen aktif
4Save Asdigunakan untuk menyimpan file dokumen ke dalam format tertentu
5Printdigunakan untuk mencetak file dokumen yang sedang aktif
6Preparedigunakan untuk melakukan properti khusus terhadap file dokumen aktif
7Senddigunakan untuk mengirimkan file dokumen aktif sebagai email / faksimile
8Publishperintah untuk menerbitkan dokumen aktif ke website / blog / dll
9Closedigunakan untuk menutup file dokumen aktif

2. Tab Home
2.1. Group Clipboard
NOIconKeterangan
1Pasteuntuk menempelkan hasil copy atau cut.
2Cutuntuk memotong teks/objek terpilih.
3Coppyuntuk menggandakan teks/objek terpilih.
4Format Painterdigunakan untuk meniru format halaman dokumen ke dalam dokumen lainnya
* Tombol panah kecil di sudut kanan-bawah setiap Group digunakan untuk mengakses pengaturan lanjutan mengenai fungsi suatu Group.

2.2. Group Font
NOIconKeterangan
1Fontuntuk memilih jenis huruf.
2Font Sizeuntuk mengatur ukuran huruf.
3Grow Fontuntuk memperbesar ukuran huruf secara instan
4Shrink Fontuntuk memperkecil ukuran huruf secara instan
5Change Caseuntuk mengubah status huruf kapital/huruf kecil
6Clear Formatinguntuk menghapus pemformatan teks terpilih
7Bolduntuk menebalkan teks terpilih
8Italicuntuk memiringkan Teks terpilih
9Underlineuntuk memberikan garis bawah pada teks terpilih
10StrikeThroughmemberikan tanda coret padateks terpilih
11SubScriptmembuat tulisan kecil di bawah teks
12SuperScriptuntuk mengetik karakter pemangkatan
13Text Effectuntuk memberikan efek artistik pada teks terpilih
14Text Highlight Coloruntuk memberikan warna stabilo di belakang teks terpilih
15Font Coloruntuk mengatur warna teks terpilih

2.3. Group Paragraph
NOIconKeterangan
1Bulletsuntuk memberikan tanda bullet di tiap paragraf terpilih
2Numberinguntuk memberikan format penomoran di tiap paragraf terpilih
3Decrease Indentuntuk menggeser baris kedua paragraf ke kiri
4Increase Indentuntuk menggeser baris kedua paragraf ke kanan
5Left-To-Rightuntuk menjadikan arah teks berjalan dari kiri ke kanan (format Latin)
6Ight-To-Leftuntuk menjadikan arah teks berjalan dari kanan ke kiri (format Arab)
7Sortuntuk menyortir data
8Show Paragraph Marksuntuk menampilkan / menyembunyikan tanda koreksi paragraf
9Align Text Leftuntuk mengatur teks rata kiri
10Centeruntuk mengatur teks rata tengah
11Align Text Rightuntuk mengatur teks rata kanan
12Justifyuntuk mengatur teks rata kanan-kiri
13Line Spacinguntuk mengatur jarak antar baris teks
14Shadinguntuk mengatur warna latar teks terpilih
15Borderuntuk memberikan garis tepi pada teks terpilih.

2.4. Group Style
NOIconKeterangan
1Heading Styleberisi pilihan format judul/subjudul dari paragraf terpilih
2Change Styleberisi pilihan pengaturan tema paragraf

2.5. Group Editing
NOIconKeterangan
1Finduntuk mencari kata tertentu berdasarkan keyword tertentu dalam suatu file
2Replaceuntuk mencari dan mengganti kata yang ditemukan untuk diganti dengan kata tertentu dalam suatu file
3Selectdigunakan untuk memilih objek atau teks tertentu di dalam suatu fileMICROSOFT WORD 2007: Fungsi Icon Tab Insert

3. Tab Insert
3.1. Group Page
NOIconKeterangan
1Cover Pagedigunakan untuk menyisipkan serta memilih jenis halaman sampul.
2Blank Pageuntuk mencari dan mengganti kata yang ditemukan untuk diganti dengan kata tertentu dalam suatu file
3Break Pageuntuk memisah suatu halaman file dokumen

3.2. Group Table
NOIconKeterangan
1Insert Tableuntuk menyisipkan tabel melalui dialog Insert Table
2Draw Tableuntuk menyisipkan tabel dengan cara menggambar di halaman dokumen
3Convert Text to tabledigunakan untuk menjadikan teks terpilih berada dalam tabel
4Excel SpreadSheetuntuk menyisipkan tabel dalam bentuk lembar kerja Excel
5Quick Tablesuntuk menyisipkan tabel instan yang sudah tersedia jenis dan bentuknya di dalam MS. Word 2010

3.3. Group Illustrations
NOIconKeterangan
1Picturedigunakan untuk menyisipkan gambar yang tersimpan di komputer
2Clip Artuntuk menyisipkan gambar-gambar ilustrasi yang tersedia di library program
3Shapesdigunakan untuk menyisipkan objek gambar autoshape
4SmartArtdigunakan untuk menyisipkan gambar dalam bentuk organization
5Chartdigunakan untuk menyisipkan diagram

3.4. Group Links
NOIconKeterangan
1Hyperlinkdigunakan untuk menautkan teks / objek terpilih dengan file lain
2Bookmarkdigunakan membuat penanda buku
3Cross-Referencedigunakan untuk membuat referensi antar file

3.5. Group Header & Footer
NOIconKeterangan
1Headerdigunakan untuk mengatur kepala halaman suatu file
2Footerdigunakan untuk melakukan setting terhadap kaki halaman suatu file
3Page Numberdigunakan untuk melakukan setting terhadap homor halaman

3.6. Group Text
NOIconKeterangan
1Text Boxdigunakan untuk menyisipkan kotak yang dapat diisi dengan teks
2Quick Partsdigunakan untuk mengatur teks otomatis dll
3WordArtdigunakan untuk menyisipkan teks bergaya artistik
4Drop Capdigunakan untuk menyisipkan huruf kapital besar pada awal paragraf
5Signature LInedigunakan untuk menyisipkan tanda tangan digital
6Date & Timedigunakan untuk menyisipkan tanggal dan waktu terkini
7Objectdigunakan untuk menyisipkan objek dengan ekstensi OLE (Object Linking Embedded)

3.7. Group Symbols
NOIconKeterangan
1Equationdigunakan untuk menyisipkan simbol-simbol persamaan, terutama dalam bidang matematika.
2Symboldigunakan untuk menyisipkan karakter khusus

4. Tab Page Layout
4.1. Group Themes
NOIconKeterangan
1Themesdigunakan untuk memilih tema halaman yang meliputi warna halaman berikut warna hurufnya
2Colordigunakan untuk mengatur warna tema halaman
3Fontsdigunakan untuk mengatur tema huruf yang akan diterapkan ke halaman dokumen aktif
4Effectdigunakan untuk mengatur tema efek terhadap objek Shape yang terdapat di halaman dokumen

4.2. Group Page Setup
NOIconKeterangan
1Marginsdigunakan untuk mengatur batas teks di halaman dokumen
2Orientationdigunakan untuk mengatur posisi kertas
3Sizedigunakan untuk mengatur ukuran halaman
4Collumndigunakan untuk mengatur jumlah kolom teks
5Breaksdigunakan untuk mengatur kontinuitas halaman maupun kolom teks
6Line Numberdigunakan untuk mengatur kontinuitas nomor baris teks
7Hypenationdigunakan untuk memisahkan suku kata dengan tanda hubung secara otomatis

4.3. Group Page Background
NOIconKeterangan
1Watermarkdigunakan untuk memberikan efek tanda air di belakang teks
2Page Colordigunakan untuk mengatur warna latar halaman
3Page Bordersdigunakan untuk mengatur garis tepi halaman

4.4. Group Paragraph
NOIconKeterangan
1Indentdigunakan untuk mengatur batas teks
2Spacingdigunakan untuk mengatur jarak antar paragraf

4.5. Group Arrange
NOIconKeterangan
1Positiondigunakan untuk mengatur posisi objek di dalam suatu halaman
2Wrap Textdigunakan untuk mengatur posisi objek dalam kaitannya dengan paragraf teks
3Bring Forwarddigunakan untuk untuk memposisikan suatu objek dengan objek lainnya
4Send Backwarddigunakan untuk mengirim objek terpilih ke belakang objek lainnya
5Selection Panemenampilkan panel navigasi objek
6Aligndigunakan untuk mengatur posisi objek lepas
7Groupdigunakan untuk mengelompokkan beberapa objek menjadi satu grup
8Rotatedigunakan untuk memutar, dan membalik suatu objek terpilih

5. Tab References
5.1. Group Teble Of Contents
NOIconKeterangan
1Table of Contentsdigunakan untuk pengelolaan daftar isi
2Add Textdigunakan untuk mengelola paragraf terpilih dalam kaitannya sebagai entri dalam daftar isi yang sudah dibuat
3Update Tabledigunakan untuk memperbarui daftar isi

5.2. Group Footnotes
NOIconKeterangan
1Insert Footnotedigunakan untuk menyisipkan catatan kaki (rujukan yang berada di bagian bawah halaman atau footer)
2Endnotedigunakan untuk menyisipkan catatan di akhir bab
3Next Footnoteberfungsi untuk memantau footnote dan endnote
4Show Notedigunakan untuk memperlihatkan lokasi catatan, baik footnote maupun endnote

5.3. Group Citations & Bibliography
NOIconKeterangan
1Insert Citationsdigunakan untuk menyisipkan kutipan langsung pada daerah kursor aktif
2Icon Managedigunakan untuk mengelola seluruh sumber kutipan yang mungkin sudah disisipkan di semua segmen file dokumen
3Styleberfungsi untuk memilih bentuk bibliography yang diinginkan
4Bibliographydigunakan untuk menyisipkan daftar pustaka ke dalam file dokumen aktif

5.4. Group Citations
NOIconKeterangan
1Insert Captionsdigunakan untuk membubuhkan keterangan seputar ilustrasi atau gambar yang sudah disisipkan
2Insert Table of Figuredigunakan untuk menyisipkan daftar isi gambar yang disisipkan ke dalam dokumen
3Update Tabledigunakan untuk melakukan pembaruan terhadap daftar katalog gambar
4Cross-Referenceberfungsi untuk menyisipkan referensi silang

5.5. Group Index
NOIconKeterangan
1Mark Entrydigunakan untuk menandai masukan baru dalam dokumen
2Insert Indexdigunakan untuk menyisipkan daftar kata (indeks) ke dalam dokumen
3Update Indexdigunakan untuk memperbarui daftar indeks terkini

5.6. Group Table of Authorities
NOIconKeterangan
1Mark Citationsdigunakan untuk menandai masukan baru dalam dokumen
2Insert Table of Authoritiesberfungsi untuk menyisipkan tabel sumber kutipan, sumber undang-undang atau konstitusi
3Update Tabledigunakan untuk melakukan pembaruan terhadap kutipan pada tabel

6. Tab Mailings
6.1. Group Create
NOIconKeterangan
1Envelopesuntuk membuat dan mencetak amplop
2Labelsuntuk membuat dan mencetak label

6.2. Group Start Mail Merge
NOIconKeterangan
1Start Mail Mergeuntuk membuat surat yang biasa atau berupa email untuk banyak orang
2Select Recipientsuntuk membuat daftar penerima surat
3Edit Recepients Listuuntuk mengubah daftar penerima surat

6.3. Group Write & Insert Field
NOIconKeterangan
1Highlight Merge Fielduntuk mempermudah mengubah informasi yang salah
2Address Blockuntuk memasukan alamat pada surat yang akan dituju
3Greeting Lineuntuk menambah nama sapaan
4Insert Merge Fielduntuk menambah informasi mengenai penerima suraT
5Rulesuntuk memberikan garis pada surat
6Match Fielduntuk membandingkan surat
7Update Labelsuntuk memperbarui label pada surat

6.4. Group Preview Results
NOIconKeterangan
1Preview Resultsuntuk melihat hasil surat yang dibuat dan daftar penerima surat
2Find Recipientuntuk mencari daftar penerima surat
3Auto Check for Errorsuntuk mengecak kesalahan pada surat

6.5. Group Finish
NOIconKeterangan
1Finish & Mergeuntuk mengetahui bahwa surat yang dibuat sudah lengkap

7. Tab Review
7.1. Group Proofing
NOIconKeterangan
1Spelling & GrammarMemeriksa ejaan teks
2ResearchMembuka panel penelitian referensi
3ThesaurusSaran kata yang sepadan
4TranslateMenerjemahkan kata ke bahasa lain
5Translation Screen TipMemungkinkan suatuscreen tip menerjemahkan ke dalam bahasa lain pada kata di kursor yang berhenti
6Set LanguageMengatur bahasa dengan mengecek dulu ejaan dan tata bahasa yang terpilih
7Word CountMenemukan banyak kata, paragra, dan kalimat di dalam documen

7.2. Group Comments
NOIconKeterangan
1New CommentMemasukkan komentar baru
2DeleteMenghapus komentar
3PreviousMemperlihatkan komentar sebelumnya
4NextMemperlihatkan komentar selanjutnya

7.3. Group Tracking
NOIconKeterangan
1Track ChangeMenelusuri perubahan yang terjadi pada dokumen
2Balloonsuntuk memilih atau melihat hasil kerja yang telah direvisi
3Display for ReviewMemilih bagaimana memandang perubahan yang di usulkan pada dokumen
4Show MarkupMemilih markup seperti apa untuk menunjukkan dokumen
5Reviewing PaneMenunjukkan suatu revisi pada jendela yang terpisah

7.4. Group Changes
NOIconKeterangan
1Accept and Move to Nextmenerima perubahan baru dan mengusulkan perubahan selanjutnya
2Reject and Move to Nextmenolak perubahan baru dan mengusulkan perubahan selanjutnya
3Previous Changemenampilkan revisi sebelumnya di dalam dokumen sehingga dapat menerima/menolak
4Next Changemenampilkan dokumen yang dapat diterima/ditolak

7.5. Group Compare
NOIconKeterangan
1Comparemengkombinasikan berbagai versi dari document
2Show Source Documentmenunjukkan sumber dokumen yang terpilih

7.6. Group Protect
NOIconKeterangan
1Protect Documentuntuk melindungi hasil kerja karena merupakan sebuah privasi

8. Tab View
8.1. Group
NOIconKeterangan
1Print Layoutuntuk melihat hasil kerja yang akan di cetak
2Full Screen Readinguntuk melihat dan membaca hasil kerja dengan ukuran maksimal
3Web Layoutuntuk melihat hasil kerja di web
4Outline Viewuntuk melihat hasil kerja sesuai dengan urutan atau bagan
5Draft Viewuntuk melihat hasil kerja sesui dengan konsep, sehingga jika salah cepat dibenarkannya

8.2. Group Show/Hide
NOIconKeterangan
1Rulesuntuk menampilkan penggaris
2Girdlinesuntuk menampilkan garis kisi
3Massage Baruntuk menampilkan batang pesan
4Formula Baruntuk menampilkan batang formula
5Headinguntuk menampilkan heading

8.3. Group Show
NOIconKeterangan
1Zoomuntuk Memperbesar tampilan
2100%untuk memperbesar hasil lembar kerja ke ukuran normal
3One Pageuntuk melihat hasil lembar kerja ke dalam satu halaman penuh
4Two Pageuntuk melihat hasil lembar kerja ke dalam dua halaman penuh
5Page Widhtuntuk melihat hasil lembar kerja sesuai dengan lebar halaman

8.4. Group Window
NOIconKeterangan
1New WindowMembuka jendela baru yang memperlihatkan dokumen tersebut
2Arrange AllMengatur semua jendela program sejajar berdampingan
3Split WindowsMembagi jendela menjadi beberapa penel yang memperlihatkan lembar kerja
4View Side by SideMemperlihatkan jendela berdampingan
5Synchronous ScrollingMembuat dua jendela menggulung bersamaan
6Reset Window PositionMenset ulang posisi jendela berdampingan

8.5. Group Macros
NOIconKeterangan
1View MacrosMemperlihatkan macro dokumen

Selasa, 06 Januari 2015

ADAT DAN BUDAYA BALI



TUGAS 4
BUDAYA BALI
MUSIK
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelandan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentukkecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklungdimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangiserta musik tradisional masyarakat Lombok.

TARI

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.
Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja,Prembon dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama 

Tarian wali

·         Sang Hyang Dedari
·         Sang Hyang Jaran
·         Tari Rejang
·         Tari Baris

Tarian bebali

·         Tari Topeng
·         Gambuh

Tarian balih-balihan

·         Tari Legong
·         Arja
·         Joged Bumbung
·         Drama Gong
·         Barong
·         Tari Pendet
·         Tari Kecak
·         Calon Arang
·         Tari Janger

PAKAIAN DAEARAH

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

1.Pria

Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
·         Udeng (ikat kepala)
·         Kain kampuh
·         Umpal (selendang pengikat)
·         Kain wastra (kemben)
·         Sabuk
·         Keris
·         Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.

2.Wanita

Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:
·         Gelung (sanggul)
·         Sesenteng (kemben songket)
·         Kain wastra
·         Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
·         Selendang songket bahu ke bawah
·         Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
·         Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.

SENJATA
·         Keris
·         Tombak
·         Tiuk
·         Taji
·         Kandik
·         Caluk
·         Arit
·         Udud
·         Gelewang
·         Trisula
·         Panah
·         Penampad
·         Garot
·         Tulud
·         Kis-Kis
·         Anggapan
·         Berang
·         Blakas
·         Pengiris
·         Pengutik